Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2016

Jenis kanker yang menyerang wanita

Jenis kanker yang menyerang wanita

Jenis kanker yang menyerang wanita, orang dewasa, orang lanjut usia bahkan anak -anak dan bayi yang baru lahir. Kanker merupakan suatu kelompok sel yang bersifat abnormal dan menyerang sel – sel sehat pada tubuh manusia. Perkembangan sel kanker ini bisa cepat bisa juga lambat, tergantung bagaimana kondisi fisik orang tersebut.

Jenis kanker yang menyerang wanita

Ada beberapa jenis penyakit kanker yang hanya menyerang 1 jenis kelamin tertentu, misalnya pada wanita.
Berikut adalah beberapa Macam macam penyakit kanker pada wanita, antara lain :
  1. Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah kanker yang menyerang pada saluran rahim. Pada awal – awal stadium kanker ini tidak menunjukkan tanda – tanda baru setelah status stadium meningkat pada level berikutnya barulah kanker ini menunjukkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, tiba – tiba mengeluarkan darah ( tetapi bukan darah mens ) dan sakit saat melakukan hubungan seks.
  2. Kanker rahim menjadi salah satu momok paling menakutkan bagi wanita. Sesuai dengan namanya kankerrahim menyerang organ dalam reproduksi wanita. Penyebab dari wanita bisa mengindap penyakit kanker rahim ini adalah faktor gaya hidup yang tidak sehat dan pernah melakukan proses pengguguran kandungan dengan cara kuret.
  3. Kanker payudara menyerang lapisan lemak payudara dan mengakibatkan penderita merasakan sakit pada salah satu bagian payudaranya. Pada tingkat yang lebih serius tidak menutup kemungkan sel – sel kanker menyerang kedua payudara dan hanya satu jalan untuk mengatasi kanker ini agar tidak merambat pada jantung dan paru – paru yaitu dengan jalan pengangkatan payudara.
  4. Kanker ovarium juga menyerang organ reproduksi wanita. Gejala yang umum dirasakan oleh wanita adalah perut membesar, sering kembung, daya tahan tubuh menurun dan terjadi pendarahan.
Itulah beberapa Macam  macam jenis penyakit kanker yang biasa menyerang kaum perempuan. Semoga dengan kita mengerti dan memahami gejala – gejala dari masing – masing kanker tersebut, kita menjadi lebih waspada dan dapat mengambil tindakan medis selanjutnya
Read more

Jumat, 27 Desember 2013

WHO: Jumlah kematian akibat kanker meningkat di Negara berkembang

Atasi Kanker dengan K-Muricata

Dalam empat tahun terakhir jumlah kematian di dunia akibat kanker menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkat cukup tajam. Seperti apa?

"Untuk tahun ini masih belum diketahui, namun dari 2008 sampai 2012 menurut data dari badan internasional penelitian kanker khusus WHO kasus penderita kanker meningkat dari 1,4 juta menjadi 12,7 juta," kata Kepala International Agency for Research on Cancer (IARC), ddr. David Forman dikutip Zeenews.

WHO juga mengatakan selalu ada kasus baru terkait kanker, sampai saat ini sudah 28 jenis kanker ada di 184 negara di seluruh dunia. Selama empat tahun itu jumlah kematian yang disebabkan kanker melonjak dari 7.600.000 menjadi 8.200.000 dan lebih dari setengahnya berasal dari negara berkembang.

Data tersebut juga menunjukkan terjadi peningkatan pada kasus kanker payudara. Sebanyak 1,7 juta wanita didiagnosis menderita penyakit ini pada tahun 2012. Kanker payudara ini menjadi penyebab paling umum kematian di kalangan wanita.

"Kanker payudara juga menjadi penyebab utama kematian kanker di negara-negara yang kurang berkembang. Perubahan gaya hidup dan kurangnya perawatan medis yang canggih menjadi faktor penyebab jumlah kasus kematian menjadi tinggi " kata dr David Forman.

Selain kanker payudara, ada juga kanker serviks yang mengancam jiwa para wanita. Kanker ini menduduki posisi ke empat penyebab kematian di kalangan wanita setelah kanker payudara, kolorektal dan kanker paru-paru.

"Perawatan, pengobatan dan kesadaran sejak dini mungkin dapat membantu mengurangi beban kematian akibat kanker serviks," katanya.

Sumber: Liputan6
Read more

Senin, 23 Desember 2013

Bedakan Benjolan Tumor dan Kanker pada Payudara

perbedaan kanker dan tumor payudara

Kanker payudara merupakan ancaman serius bagi kaum hawa. Bagaimana tidak, prevalensinya menempati urutan wahid jenis kanker paling banyak pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. Untuk itu, wanita perlu lebih waspada dengan rutin melakukan pemeriksaan pada payudaranya.

Namun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Faktanya, hanya 15 persen dari benjolan yang bisa berkembang menjadi kanker. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (PP POI) Dradjat Ryanto Suardi mengatakan, selain kanker benjolan bisa berupa tumor jinak, namun keduanya tetap perlu diwaspadai.

"Tumor jinak lebih tidak berbahaya daripada kanker karena tidak menyebabkan kegagalan organ yang dihinggapinya," jelasnya dalam konferensi pers Breast Cancer Expert Forum dengan tema "Transforming Advanced Breast Cancer at the Molecular Level", di Jakarta.

Dradjat pun menjelaskan perbedaan keduanya, pertama kanker lebih cepat bertumbuh dibandingkan dengan tumor. Dalam 8-200 hari, sel-sel kanker bisa membelah dengan sangat cepat. Sementara tumor jinak pertumbuhannya lebih lambat.

Kedua, ketika diraba, benjolan kanker terasa padat dan keras. "Sel-sel kanker bila teraba rasanya akan seperti meraba tulang," ujar dokter spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, ini.

Sementara itu, benjolan tumor akan teraba lebih lunak. Dradjat menjelaskan, benjolan tumor pun bisa mengalami pergeseran jika ditekan, tidak seperti kanker yang kaku. Ini karena sel-sel kanker umumnya melakukan infiltrasi (penyusupan) terhadap jaringan-jaringan di sekitarnya, maka sulit untuk digerakan.

"Benjolan akibat kanker yang sudah berkembang lebih lanjut juga menyebabkan perubahan pada permukaan payudara, misalnya puting yang tertarik ke dalam, itu karena infiltrasi tadi," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdit Penyakit Kanker Kementerian Kesehatan RI Niken Wastu Palupi, pemeriksaan payudara yang dilakukan secara rutin akan meningkatkan sensitivitas pemeriksanya untuk mendeteksi adanya benjolan. Artinya, kemampuan membedakan antara benjolan kanker dan tumor juga meningkat.

"Jika rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri, benjolan berukuran 1,2 sentimeter saja sudah dapat teraba," ujar dia.

Kanker payudara merupakan pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel payudara yang berubah menjadi ganas. Saat ini, kanker payudara adalah kanker yang paling banyak dialami oleh wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus kanker payudara mencapai 35 persen dari total kasus kanker.

Sumber: Kompas
Read more